
NGANJUK, JendelaDesa.com – Musim kemarau membuat warga Jomblang, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, harus berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga bahkan harus menempuh jarak hingga satu kilometer menuju sungai yang masih memiliki sumber air. Dengan membawa jeriken dan menggunakan sepeda motor, mereka turun menuju sungai untuk mengambil air.
Setelah terisi, jeriken-jeriken tersebut kemudian diangkut menggunakan sepeda motor melewati jalanan yang menanjak dan menurun. Kondisi ini harus dilalui warga karena wilayah Jomblang berada di kawasan pegunungan.
Dalam sekali perjalanan, warga dapat membawa sekitar tiga hingga lima jeriken air. Air dari sungai tersebut menjadi sumber yang sangat penting karena digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, minum, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan air hewan ternak.
Salah seorang warga Jomblang, Didik, mengatakan kondisi tersebut menjadi rutinitas warga ketika musim kemarau tiba.
“Kalau musim kemarau memang seperti ini. Kami mengambil air ke sungai yang jaraknya kurang lebih satu kilometer untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Didik.
Menurutnya, krisis air bersih sudah kerap dialami warga Jomblang setiap musim kemarau. Kondisi tersebut membuat warga harus memanfaatkan sumber air yang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap adanya bantuan air bersih dari pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk. Selain bantuan sementara, warga juga mengharapkan adanya solusi jangka panjang agar persoalan krisis air bersih tidak terus berlarut-larut setiap musim kemarau.
