
NGANJUK, JendelaDesa.com – Krisis air bersih akibat musim kemarau dirasakan warga Dusun Gurit, Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 20 kepala keluarga terdampak kekeringan setelah sumur warga mengering.
Melihat kondisi tersebut, Komunitas Nganjuk Peduli Sesama bersama pihak terkait bergerak menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak empat truk tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air kepada warga Dusun Gurit.
Secara bertahap, sebanyak 20 ribu liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan 20 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Ketua Komunitas Nganjuk Peduli Sesama, Supadi, mengatakan, penyaluran bantuan air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau.
“Bantuan air bersih ini kami salurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan,” ujar Supadi.
Bantuan air bersih tersebut disambut gembira oleh warga. Kharip, salah satu warga Dusun Gurit, mengatakan kekeringan telah dirasakan masyarakat sekitar selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Sebelumnya, warga masih mengandalkan air dari sumur bor milik salah satu warga dengan sistem iuran. Namun, kemarau yang berkepanjangan membuat debit air sumur bor semakin berkurang dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.
Kharip berharap, bantuan air bersih dapat terus diberikan selama musim kemarau. Masyarakat juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap musim kemarau.
“Harapannya bantuan air bersih bisa terus diberikan selama musim kemarau. Kami juga berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah agar persoalan air ini tidak terus berulang,” ungkap Kharip.
Selain meringankan kebutuhan air warga terdampak, aksi sosial tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian bersama di tengah ancaman kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk.
