
NGANJUK, JendelaDesa.com – Musim kemarau panjang dengan suhu udara yang tinggi tidak menghalangi para petani di Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk tetap produktif. Para petani setempat berhasil melaksanakan panen padi bersama pada musim tanam ketiga dengan hasil yang memuaskan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kegiatan pertanian tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan air selama musim kemarau, terutama dengan adanya dukungan infrastruktur pengairan yang memadai.
Selama ini, petani di Desa Ngangkatan umumnya hanya mampu menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun. Namun, sejak 2025, para petani mulai dapat meningkatkan intensitas penanaman hingga tiga kali dalam setahun. Perubahan tersebut didukung oleh ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian, sehingga petani memiliki kesempatan lebih besar untuk mengoptimalkan lahan sawah yang mereka garap.
Tidak hanya frekuensi tanam yang meningkat, hasil panen padi di Desa Ngangkatan juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya petani memperoleh hasil sekitar enam ton per hektare dalam setiap musim tanam, kini produktivitasnya dapat mencapai delapan ton per hektare. Peningkatan tersebut menjadi salah satu perkembangan positif bagi sektor pertanian setempat, mengingat petani tetap mampu menghasilkan panen yang baik meskipun harus menghadapi cuaca panas dan kemarau berkepanjangan.
Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan tersebut adalah keberadaan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Infrastruktur pengairan yang dibangun sejak 2025 ini membantu menyediakan pasokan air bagi lahan pertanian ketika ketersediaan air dari sumber lain terbatas. Sumur tersebut dibangun melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Provinsi Jawa Timur.
Sumur JIAT di Desa Ngangkatan memiliki debit air sekitar 30 liter per detik dan mampu mendukung kebutuhan pengairan lahan sawah seluas kurang lebih 30 hektare. Keberadaan fasilitas ini menjadi penunjang penting bagi petani, khususnya saat memasuki musim kemarau ketika tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.
Dengan adanya sumur tersebut, petani memiliki dukungan pengairan yang lebih memadai untuk menjalankan kegiatan pertanian. Ketersediaan air juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan, sehingga jadwal tanam dapat dioptimalkan sesuai kondisi lahan dan ketersediaan air. Hal ini menjadi penting karena kemarau panjang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman serta menurunkan produktivitas apabila kebutuhan air tidak terpenuhi.
Kepala Desa Ngangkatan, Lasto Utomo, menjelaskan bahwa keberadaan sumur JIAT memberikan manfaat nyata bagi petani di wilayahnya. Sejak fasilitas pengairan tersebut tersedia, para petani tidak lagi mengalami kesulitan air irigasi seperti sebelumnya. Kondisi tersebut membantu masyarakat mempertahankan kegiatan pertanian sekaligus memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah.
Menurutnya, keberadaan sumur JIAT sangat membantu, terutama ketika desa menghadapi musim kemarau panjang seperti saat ini. Meskipun kondisi cuaca panas dan curah hujan terbatas, petani masih dapat melakukan penanaman padi karena kebutuhan air untuk lahan pertanian lebih terbantu. Dengan demikian, kegiatan pertanian tetap berjalan dan petani dapat melanjutkan proses budidaya hingga memasuki masa panen.
Manfaat sumur JIAT juga dirasakan langsung oleh para petani yang menggarap lahan di Desa Ngangkatan. Salah satunya Galiman, petani setempat yang mengelola lahan seluas satu hektare. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam dua komoditas pertanian, yakni padi dan bawang merah, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang dimilikinya.
Galiman mengungkapkan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kegiatan pertanian. Dengan adanya sumur JIAT, kebutuhan air untuk tanaman menjadi lebih terbantu, sehingga petani dapat menjalankan kegiatan budidaya dengan lebih baik meskipun kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Dukungan pengairan tersebut juga dinilai membantu petani dalam menjaga hasil produksi pertanian.
Keberhasilan panen padi pada musim tanam ketiga di Desa Ngangkatan menunjukkan pentingnya ketersediaan infrastruktur pengairan dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Di tengah tantangan perubahan cuaca dan kemarau panjang, pasokan air yang memadai menjadi salah satu kebutuhan utama agar petani tetap dapat melakukan penanaman serta menjaga produktivitas lahan.
Keberadaan sumur JIAT diharapkan terus memberikan manfaat bagi petani Desa Ngangkatan, baik dalam memenuhi kebutuhan air irigasi maupun mengoptimalkan hasil pertanian. Dengan dukungan infrastruktur tersebut, petani diharapkan mampu mempertahankan produktivitas, meningkatkan pemanfaatan lahan, dan menjaga keberlangsungan usaha tani meskipun menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa dukungan sarana pengairan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian di Kabupaten Nganjuk. Ke depan, pengelolaan air yang baik dan pemanfaatan infrastruktur secara optimal diharapkan dapat membantu petani menjaga hasil panen serta mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat. (Adv Ugik)
