
SURAKARTA, HarianForum.com — Sebagai salah satu organisasi papan atas berjejaring internasional yang konsisten membawa misi kemanusiaan global, Rotary Club kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas kepemimpinan. Langkah tersebut diwujudkan melalui gelaran Rotary Academy 2026 yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 24 hingga 25 Oktober 2026 di Hotel Horison Aziza Surakarta, Solo.
Kegiatan kolaboratif ini diinisiasi dan dihadiri oleh sejumlah klub Rotary kawasan regional, antara lain Rotary Clubs of Solo( Rotary Club of Solo Kartini, Rotary Club Solo Sriwedari, Rotary Club of Solo Pakarti, serta Rotary Club of Madiun Central.
Rotary Academy mengusung tema “Leading with Purpose, Serving with Heart” (Memimpin dengan Tujuan, Melayani dengan Hati). Penetapan tema tersebut bertujuan untuk menegaskan kembali visi organisasi dalam melahirkan figur-figur pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada capaian hasil, melainkan juga memiliki ketulusan hati dalam mengabdi kepada masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan menghadirkan tiga narasumber utama dari jajaran kepemimpinan Rotary yang berpengalaman. Para pemateri membagikan pemikiran strategis serta pandangan mendalam mengenai pergerakan aksi-aksi kemanusiaan dan tata kelola organisasi secara berkelanjutan.
Sesi pemaparan dibuka oleh panelis pertama, DGN Martha Kristina, yang menekankan pentingnya membangun suasana organisasi yang hangat dan inklusif. Ia menyampaikan bahwa keakraban serta persahabatan yang solid antaranggota menjadi fondasi utama sebelum melangkah ke aksi pelayanan kemanusiaan yang lebih luas.
“Ringan-ringan saja tapi yang penting tidak ada gesekan. Jadi itu yang penting, sehingga kita bisa ‘Oke selamat datang, yuk kita kenalan, yuk kita bersama-sama’ dan akhirnya kita bisa bergabung secara protektif. Dari persahabatan menjadi pelayanan, kita akan bersama-sama bergandengan tangan tidak cuma kumpul-kumpul, tetapi apa yang bisa kita lakukan dan apa yang bisa kita berikan kepada sesama kita,” ungkap DGN Martha Kristina.
Panelis kedua, PDG Suzana Chandra yang hadir dari Bali, memaparkan skema operasional organisasi secara sistematis. Dalam paparannya, ia menjelaskan keterkaitan antara input, output, outcome, hingga impact dari setiap program aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh organisasi kelas internasional ini.
“Sebagai organisasi internasional, gerakan kita tidak hanya berhenti pada kumpul-kumpul atau sekadar membuat kegiatan. Kita harus memastikan secara jelas bagaimana input, output, outcome, hingga impact nyata yang dihasilkan dari setiap program pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat luas,” papar PDG Suzana Chandra.
Panelis terakhir, PDG Ray Febry H. Dipokusumo, memberikan pemaparan mendalam terkait transparansi dan pentingnya membangun kepercayaan (trust) publik dalam pengelolaan dana donasi kemanusiaan.
Dalam paparannya, PDG Ray Febry H. Dipokusumo menyoroti bagaimana donasi yang disalurkan melalui Rotary dapat memberikan kebermanfaatan jangka panjang yang terus mengalir bagi masyarakat luas, bahkan dapat diwariskan atas nama generasi penerus sejak dini.
(PDG Ray Febry H. Dipokusumo )
“Ketika kita meninggal dunia pun, kalau kita menitipkan sebagian dari harta kita, akan terus mengalir kemanfaatannya untuk orang yang lebih banyak. Bahkan banyak yang punya cucu lahir langsung didonasikan 1.000 US Dollar atas nama cucunya. Nah, yang saya sampaikan di sini adalah bagaimana membangun sebuah trust supaya orang yakin donasi yang kita berikan melalui Rotary kebermanfaatannya luar biasa untuk masyarakat luas. Uang yang didonasikan itu untuk orang banyak, bukan untuk kita sendiri,” papar PDG Ray Febry H. Dipokusumo.
Melalui pemaparan ketiga narasumber ini, seluruh peserta Rotary Academy dari berbagai daerah diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga transparansi, akuntabilitas, serta niat tulus dalam menggerakkan misi-misi kemanusiaan di tingkat lokal maupun internasional.
