
JOMBANG, JendelaDesa.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengendalian harga bahan pokok melalui penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah. Kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah ke-218 Tahun 2026 di Alun-Alun Cemara, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, program ini juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di daerah.
Dalam pelaksanaannya, pasar murah menyediakan berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, tepung terigu hingga daging ayam ras. Sejumlah komoditas tersebut ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
Salah satu komoditas yang banyak diminati masyarakat adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual seharga Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga beras medium di pasaran Jombang yang mencapai Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, beras premium ditawarkan dengan harga Rp14.000 per kilogram, sedangkan harga di pasaran mencapai Rp16.600 per kilogram. Untuk kebutuhan bumbu dapur, cabai merah besar dan cabai rawit merah dijual dalam kemasan 200 gram seharga Rp5.000 atau setara Rp25.000 per kilogram.
Gula pasir juga tersedia dengan harga Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp17.666 per kilogram. Sedangkan minyak goreng dijual Rp13.000 per liter, sementara harga Minyakita di pasaran Jombang tercatat Rp16.400 per liter.
Adapun telur ayam ras dijual Rp20.000 per kemasan. Bawang merah dan bawang putih masing-masing ditawarkan Rp6.000 per 250 gram atau setara Rp24.000 per kilogram. Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp32.000 per kemasan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi aspek penting yang harus terus diperhatikan karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.
Pemprov Jawa Timur juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pihak terkait. Langkah tersebut diperlukan agar pengendalian harga dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang mengalami tekanan kenaikan harga komoditas pangan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kunjungan selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 336 pengunjung mendatangi lokasi pasar murah hingga seluruh komoditas yang disediakan habis terjual.
Dari kegiatan tersebut, total transaksi tercatat mencapai Rp60.309.000. Nilai tersebut termasuk perputaran ekonomi produk UMKM lokal sebesar Rp3.119.000. Capaian ini menunjukkan bahwa pasar murah tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga membuka ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Kehadiran Bupati Jombang Warsubi bersama jajaran perangkat daerah turut memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan program stabilisasi harga pangan.
Melalui penyelenggaraan pasar murah yang telah memasuki pelaksanaan ke-218 sepanjang 2026 tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai langkah konkret agar stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. (Adv Nur)JOMBANG, HarianForum.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengendalian harga bahan pokok melalui penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah. Kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah ke-218 Tahun 2026 di Alun-Alun Cemara, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, program ini juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di daerah.
Dalam pelaksanaannya, pasar murah menyediakan berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, tepung terigu hingga daging ayam ras. Sejumlah komoditas tersebut ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
Salah satu komoditas yang banyak diminati masyarakat adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual seharga Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga beras medium di pasaran Jombang yang mencapai Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, beras premium ditawarkan dengan harga Rp14.000 per kilogram, sedangkan harga di pasaran mencapai Rp16.600 per kilogram. Untuk kebutuhan bumbu dapur, cabai merah besar dan cabai rawit merah dijual dalam kemasan 200 gram seharga Rp5.000 atau setara Rp25.000 per kilogram.
Gula pasir juga tersedia dengan harga Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp17.666 per kilogram. Sedangkan minyak goreng dijual Rp13.000 per liter, sementara harga Minyakita di pasaran Jombang tercatat Rp16.400 per liter.
Adapun telur ayam ras dijual Rp20.000 per kemasan. Bawang merah dan bawang putih masing-masing ditawarkan Rp6.000 per 250 gram atau setara Rp24.000 per kilogram. Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp32.000 per kemasan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi aspek penting yang harus terus diperhatikan karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.
Pemprov Jawa Timur juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pihak terkait. Langkah tersebut diperlukan agar pengendalian harga dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang mengalami tekanan kenaikan harga komoditas pangan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kunjungan selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 336 pengunjung mendatangi lokasi pasar murah hingga seluruh komoditas yang disediakan habis terjual.
Dari kegiatan tersebut, total transaksi tercatat mencapai Rp60.309.000. Nilai tersebut termasuk perputaran ekonomi produk UMKM lokal sebesar Rp3.119.000. Capaian ini menunjukkan bahwa pasar murah tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga membuka ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Kehadiran Bupati Jombang Warsubi bersama jajaran perangkat daerah turut memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan program stabilisasi harga pangan.
Melalui penyelenggaraan pasar murah yang telah memasuki pelaksanaan ke-218 sepanjang 2026 tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai langkah konkret agar stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. (Adv Ugik)
