Petani Semangka Nganjuk Tersenyum, Hasil Panen Naik dari 15 Menjadi 21 Ton per Hektare

NGANJUK, JendelaDesa.com – Musim kemarau yang berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, justru membawa berkah bagi para petani semangka. Salah satunya dirasakan petani di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, yang berhasil memperoleh hasil panen melimpah dengan kualitas buah yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada musim panen tahun ini, produktivitas semangka mencapai sekitar 21 ton per hektare. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 15 ton per hektare.

Selain hasil panen yang meningkat, tingginya permintaan pasar selama musim panas turut memberikan keuntungan bagi para petani. Harga hasil panen semangka tahun ini disebut mampu mencapai sekitar Rp7 juta per hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp5 juta.

Salah seorang petani semangka, Suroso, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca kemarau turut memengaruhi kualitas buah yang dihasilkan. Buah semangka tumbuh lebih besar dengan bobot yang dapat mencapai sekitar 4 kilogram per buah.

Kondisi tersebut membuat hasil panen tahun ini dinilai lebih menguntungkan, baik dari segi jumlah maupun kualitas buah.

Sementara itu, hasil panen semangka dari Desa Ngepung juga menarik minat pembeli dari luar daerah. Salah satunya Kalam, pembeli yang datang langsung dari Jawa Tengah untuk mendapatkan pasokan semangka dari Nganjuk.

Menurutnya, semangka asal Nganjuk memiliki kualitas yang bagus. Selain itu, ketersediaan hasil panen semangka di wilayah Jawa Tengah saat ini dinilai terbatas, sehingga dirinya memilih datang langsung ke Nganjuk untuk membeli hasil panen petani.

Meningkatnya hasil produksi dan permintaan pasar menjadi angin segar bagi petani semangka di Kecamatan Patianrowo. Mereka berharap kondisi serupa dapat kembali terjadi pada musim tanam tahun mendatang.

Para petani juga berharap hasil panen tetap melimpah dengan harga jual yang stabil, sehingga usaha pertanian semangka dapat terus memberikan keuntungan dan tidak membuat petani mengalami kerugian.(Adv Ugik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *