
Blitar, JendelaDesa.com – Pengenalan klub sepak bola Putra Sang Fajar ( PSF ) secara resmi ditandai dengan tendangan bola bersama oleh presiden direktur Putra Sang Fajar FC, Komisaris, Bupati Blitar, Orientarian dan 5 perwakilan Sekolah Sepak Bols se Blitar secara bersamaan ke arah satu gawang.Diawali dengan rangkaian acara pembukaan, diteruskan penyampaian sejarah perjalanan PSF FC, pengenalan jersey dari Mills yang diperagakan 3 orang modelling, perkenalan para pemain, ofisial maupun pelatih dan pemotongan tumpeng.
Dalam acara launching klub sepak bola berhomebase di Stadion Gelora Soeprijadi Kota Blitar, secara simbolis perwakilan PSF FC menyerahkan bibit pohon dari Jagahutan.id serta 175 bola kepada 35 SSB Blitar Raya, dilanjutkan menggelar FIFA footbaall Players next tomorow bersama 350 anak dari SSB U-12 se Blitar Raya dan pertandingan 5 pemain dari PSF FC melawan 50 pemain anak – anak perwakilan SSB se Blitar Raya dengan waktu pertandingan 1×15 menit.

Diselenggarakan pada Kamis ( 5/11),
hadir Denny Wahyudi dikenal Denny Cagur politikus PDI Perjuangan juga anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat II, usai pertandingan 5 pemain PSF FC dengan perwakilan SSB Blitar Raya, Vicky Nitinegoro, Rifky Alhabsy, Syamsir Alam, Daffa Wardhana, Hengky Kurniawan dan Rico Ceper juga menggelar pertandingan Charity Game With Celebritities dalam dua babak.
Dihadapan wartawan, direktur Putra Sang Fajar Football Club ( PSF FC ) Ronny Talapessy menyampaikan, klub sepak bola dengan logo pintu gerbang Makam Bung Karno dilahirkan pada 6 Juni 2026, memuat semangat api perjuangan nasionalisme, gotong royong dan kemandirian yang selalu dikobarkan Bung Karno.
Ronny juga menjelaskan, bahwasanya Putra Sang Fajar FC merupakan kelanjutan Soekarno Cup, sebuah penyelenggaraan turnamen sepak bola usia muda yang berorientasi untuk menjaring talenta para pemain muda dari akar rumput di Indonesia.

” Putra Sang Fajar kelanjutan dari Soekarno Cup.Turnamen Soekarno Cup sudah dilaksanakan tiga tahun yang lalu, pada tahun ini di Jawa Timur.Dari evaluasi kami setelah Soekarno Cup, kami mendirikan Putra Sang Fajar membawa semangat atau terinspirasi dari bapak prolamator Bung Karno, dalam hal ini kami menggabungkan talenta muda dengan pemain senior, dan beberapa pemain dari Blitar, asli Blitar.Logo putra sang fajar selalu mengingatkan jasa beliau dengan nilai – nilai Bung Karno, dan kami mencoba mengobarkan semangat nasionalisme, gotong royong dan persatuan di dalam lapangan sepak bola ” jelas Ronny Talapessy, dalam media briefing didampingi kepala pelatih, manajer dan perwakilan tim.
” kami berkontribusi untuk Blitar, salah satunya kami telah mengadakan uji klinis untuk 350 anak dari SSB se Blitar raya, dan kami menyerahkan 175 bola untuk 35 SSB se Blitar raya.Kami juga mengajak anak – anak muda pecinta sepak bola untuk peduli terhadap lingkungan, maka di jersey perekat atau mitra kami adalah jagahutan.id.Kami mengajak kawan – kawan di dunia sepak bola agar berkontribusi terhadap hutan maupun lingkungan kita, maka kami memberikan pohon secara simbolis dan mengajak kawan – kawan se Blitar raya menjaga lingkungan.Putra Sang Fajar ingin berkontribusi membangun masa depan sepak bola Indonesia ” imbuhnya.
Ditanya salah satu wartawan, bahwasanya klub sepak bola Putra Sang Fajar mempunyai keterkaitan dengan salah satu partai politik atau berdiri secara independen, Dr. Ronny Talapessy, S.H., M.H merupakan advokat profesional serta politikus PDI Perjuangan, menegaskan klub sepak bola Putra Sang Fajar tidak ada keterkaitan dengan partai politik manapun dengan menandaskan dirinya berada di dalam partai politik di Indonesia merupakan hak setiap warga negara Indonesia.
” tidak ada kaitannya dengan PDI Perjuangan.Bapak ingin tahu, saya adalah pengacara profesional.Terkait sikap politik saya adalah hak warga negara Indonesia bila berada di partai mana.Kami sudah melakukan kompetisi Soekarno Cup 3 tahun, yaitu Jakarta, Bali dan Jawa Timur, dan besuk ada lagi di Jawa Barat.Artinya kami ini persiapannya sudah jelas, bagaimana agar kami menemukan bibit – bibit unggul sepak bola dari kampung, bukan pemain hebat bukan eks liga, tetapi dari bawah, wong cilik.Terhadap nilai – nilai, sebagai pengikut Bung Karno kami pegang itu.Sehingga klub ini punya nilai, bukan hanya sekedar bermain sepak bola saja, tetapi punya nilai gotong – royong, nasionalisme, saling menghormati, persatuan, itu nilai kami.Jadi sekali lagi tidak ada kaitannya dengan partai politik ” tandas direktur Putra Sang Fajar Football Club ( PSF FC ) Ronny Berti Talapessy dengan menambahkan hasil penjualan jersey untuk menjaga hutan (Ans).
