Perkuat Tali Persaudaraan, P2B Jawa Timur Gelar Silaturahmi Tokoh Perempuan Berbudaya di Surabaya

SURABAYA, JendelaDesa.com – Perkumpulan Perempuan Berbudaya (P2B) Jawa Timur sukses menggelar acara silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antaranggota komunitas. Kegiatan hangat ini berlangsung di kantor Sekretariat, Jalan Teuku Umar Nomor 28, Surabaya, pada Rabu (12/8/2026) pukul 12.00 WIB.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh perempuan berbudaya dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau. Susi Enita, S.E., yang akrab disapa Susnit, hadir langsung dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Susnit mengajak semua yang hadir dalam silaturahmi ini untuk tetap menjaga beretika dan berbudaya sebagaimana selayaknya perempuan berbudaya Indonesia, serta menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan ikatan emosional satu sama lain. Antaranggota harus terus merawat rasa kekeluargaan dalam wadah organisasi.

Dirinya mengaku, selain melepas kangen dengan teman-temannya di Perkumpulan Perempuan Berbudaya, dirinya juga akan menghadiri undangan ulang tahun sahabat karibnya di Ndalem Semar, Tulungagung, yang rencananya digelar pada Sabtu (15/08/2026) dengan ditandai pagelaran wayang kulit.

Pada kesempatan yang sama, Heksa Sri Sugiharti, S.E., selaku Koordinator Perkumpulan Perempuan Berbudaya Jawa Timur mengapresiasi kedatangan Susi Enita, S.E., yang serasa tak berjarak dengan komunitas perempuan berbudaya Jatim. “Saya pribadi sangat bangga dan berterima kasih kepada Ibu Susi Enita, jauh-jauh dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk bertemu dan bercengkerama dengan kami, sekadar melepas rindu,” ungkap Heksa.

“Silaturahmi ini bukan sekadar tatap muka, tetapi menjadi wadah untuk bertukar gagasan dan memperkuat sinergi lintas daerah agar kebudayaan kita tetap lestari dan relevan,” ungkap Heksa Sri Sugiharti, S.E.

Melalui kegiatan ini, P2B Jawa Timur berharap komunikasi dan kolaborasi antaranggota di berbagai wilayah dapat terus terjalin harmonis ke depannya.

“Mari kita tetap menjaga kerukunan, keterbukaan, dan tali persaudaraan yang erat. Dengan keterbukaan dan kebersamaan, komunitas ini akan semakin solid dalam menjaga kebudayaan Nusantara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *