Warga Desa Jaan Mulai Memanas, Kang Marhaen Hadir Bersama Kapolres Nganjuk

Berita414 Dilihat

Gondang, JendelaDesa.com- Merasa dipermainkan oleh pihak Pabrik Bulu Ayam yang berada di Desa Jaan Kecamatan Gondang, milik CV Maharani Mapan Abadi, Ratusan warga Desa Jaan geruduk Pabrik tersebut, yang pasalnya, pada kesepakatan sebelumnya pihak Pabrik tidak diperbolehkan beroperasi dan dilakukan Penggembokan di Pintu Pabrik.

Yang dikarenakan Pabrik Bulu Ayam tersebut sangat menimbulkan bau yang tak sedap, dan bau tersebut terasa bau bangkai, dan hari ini warga Desa Jaan lakukan Aksi Demo
melakukan Pembakaran Kayu dan Ban didepan Pabrik, mengetahui Pabrik beroperasi kembali
( 20/03/2023).

Hal ini dijelaskan Kaprianto selaku koordinator aksi demo, bahwa Pabrik ini mulai beroperasi sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wib, dan mengetahui pabrik beroperasi kembali dan menimbulkan bau tak sedap, warga secara spontanitas langsung mendatangi yang dikarenakan sudah tidak tahan dengan baunya ” ujar Kaprianto.

” Pada sosialisasi kemarin, apabila dalam 7 hari tidak ada kesepakatan, warga akan menolak, dan ini adalah aksi penolakan atas beroperasinya pabrik kembali, pihak pabrik tidak ada yang menemui warga dan tidak ada mediasi ” lanjutnya.

Lebih lanjut di katakan Kaprianto, bahwa aksi kami membakar kayu dan ban, ini adalah sebagai bentuk warga, untuk menunjukan kami menolak keberadaan pabrik tersebut, kami sudah lelah dan bosan dengan dinas terkait, yang selama ini tidak ada tanggapan sama sekali.

” Intinya warga menuntut sesuai dengan pernyataan Pak Plt. Bupati, bahwa menolah investor yang merugikan masyarakat, kami warga tetap menuntut Pak Plt. Bupati untuk segera menindak lanjuti pernyataannya sesuai janji yang dilakukan waktu sidak ” harap Kaprianto.

Sedangkan Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta Kapolres Nganjuk AKBP. Muhammad, dengan sigap langsung mendatangi lokasi aksi ujuk rasa tersebut, dimana warga Desa Jaan melakukan aksinya, menuntut keberadaan Pabrik Bulu Ayam yang ada di Desa Jaan Kecamatan Gondang ditutup.

Dengan nada tegas di tengah kerumunan pengunjuk rasa, Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan bahwa dirinya sejak awal selalu berkomitmen tentang pabrik ini. ” Dan saya masih ingat pada waktu itu, saya langsung turun dan mengajak kedalam, dan waktu itu saya kunci, tetapi yang punya pabrik nakal, kunci dibuka sendiri ” jelasnya.

” Jadi jangan menyalahkan Pak Bupati, Pak Bupati itu selalu membela panjenengn, dan sekarang pabrik ini harus ditutup, kalau mau terus usaha silahkan ganti usaha, rakyatku tidak pingin nakal, tapi rakyatku memperjuangkan hak – haknya, saya dari awal selalu berkomitmen, mari lawan bareng – bareng, kecuali usahanya diganti, dan saya selalu menerima aspirasi masyarakat ” pungkasnya.

Sedangkan Kapolres Nganjuk AKBP. Muhammad menegaskan, ” Saya mendukung kebijakan dari pemerintah, sesuai arahan Bupati, ini nanti akan ditutup, dan nanti pekerjanya akan kita kondisikan untuk keluar, sambil kita komunikasikan terkait bahan – bahan yang sudah masuk kita kembalikan ” ujar Kapolres.

” Yang penting aspirasi saudara – saudara sekalian sudah disampaikan ke Pak Bupati, dan kami sebagai aparat Kepolisian hanya mengamankan kegiatan ini, dan bila perlu pabrik dijaga dari pihak Polsek ataupun Koramil, biar tidak ada aktifitas sampai nanti proses permanennya diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten ” harap AKBP. Muhammad.

( gik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *