Belum Sempat Terbaca Menko Polhukam, Bener Guru Honorer Diminta Pihak Keamanan

Berita320 Dilihat

Nganjuk, JendelaDesa.com- Berniat bentangkan sepanduk dengan tulisan ” Kami Honorer K1 Sudah Menang PK Di Makamah Agung, Mohon Perhatiannya Pak Mahfud ” , dengan harapan dibaca oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia saat berkunjung di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk, terpaksa harus berurusan dengan pihak Keamanan, yang pasalnya menurut keterangan Yulis, aksinya itu diduga akan melakukan demo ( 15/9/2023).

Menurut keterangan Yulis Setyorini salah satu Guru di SMKN 1 Bagor yang bersama rekan – rekannya menunggu Pak Menteri keluar dari Pendopo Pemkab Nganjuk, menjelaskan bahwa niatnya hanya ingin menyampaikan aspirasinya kepada Pak Mahfud MD, dan dirinya adalah perwakilan dari honorer K1 Kabupaten Nganjuk ” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Yulis ” bahwa kita sudah menempuh jalur hukum melalui Makamah Agung ( MA), dan kita kemarin sudah menang PK di MA Jakarta, kita berproses lama dan menang, kita sampai detik ini belum dikasih hak kita, dan hak kita itu sebenarnya sudah diakui untuk menjadi CPNS, akhirnya kita menempuh ke jalur hukum sampai kita tempuh di Pengadilan Tertinggi di Negeri ini ” jelasnya.

” Jadi kita sudah ke MA, dan itu kita menang sudah dinyatakan ikrah, dan kami ini mewakili teman – teman, sebenarnya pingin minta atensi dari Pak Mahfud saja, dan kami tidak punya maksud untuk berdemo atau apa – apa, hanya minta bener kami tadi bisa dibaca beliaunya, siapa tahu ada arahan ” harap Yulis.

” Yang mengajukan PK itu ada 131, tapi kami membawa aspirasi teman – teman semua di Kabupaten Nganjuk, belum sempat dibaca karena Pak Mahfud masih di dalam, keburu diambil sama Pak Polisi, tadi dari arah lain, dan langsung diminta, mungkin dikira mau bikin kericuhan ” ujar Yulis.

” Kami tidak seperti itu, niat kami, agar kami benar – benar diperhatikan, itu saya tidak lebih, ” tidak boleh sepanduk ini, harusnya ada koordinasi dulu dengan pihak – pihak terkait, misalnya ke Kepolisian atau ke Dinas Pendidikan ” kata Yulis menirukan perkataan Petugas Keamanan.

” Meskipun aksi kami sempat digagalkan Petugas Keamanan, tapi dengan percobaan kedua ini, dan dibantu kehadiran rekan – rekan media, diharapkan bisa didengar dan dilihat oleh Pak Jokowi sebagai Pemangku Kebijakan, agar kiranya bisa menanggapi keluhan kami ” pungkas Yulis.

( gik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *