Fasilitas Umun Di Terminal Anjuk Ladang Mangkrak, Pedagang Asong; Kalau Bukan Pedagang Asong Siapa Yang Peduli

Berita346 Dilihat

Nganjuk, JendelaDesa.com- Terminal Anjuk Ladang yang berada di Kabupaten Nganjuk, adalah satu – satunya Terminal di Jawa Timur yang menerapkan Smart Cart dan Cashless Transaction pada Kendaraan Angkutan Penumpang Umum, tapi pada kenyataannya, menurut beberapa Pedagang Asong, itu sudah lama tidak di terapkan, apalagi fasilitas untuk tempat Beribadah ( Mushola ) dan Toilet yang berada di sebelah utara, terlihat kumuh dan bau ( 15/4/2024).

Memang sangat disayangkan, fasilitas yang berada di Terminal Anjuk Ladang, seperti tempat Ibadah ( Mushola ), maupun air tempat wudhu juga fasilitas untuk buang air kecil/ besar ( toilet ), semua tidak berfungsi dan tidak terawat, bahkan terlihat sangat kumuh ( jorok ) dan bau.

Seperti yang dikatakan Mat Wahid, salah satu pedagang asong di Terminal Anjuk Ladang, ia menyampaikan bahwa tempat ibadah tersebut sudah tidak layak dipakai dan sangat mengkhawatirkan bagi yang beribadah, dikarenakan plafon – plafonnya sudah pada runtuh ” ujarnya.

” Rusak sudah 3 Tahun lebih, hanya saya dan pedagang asongan lainnya yang merawat, yang bagian sapu juga ada tapi hanya di bagian gedung, Mushola plafonnya sudah rusak, ac juga rusak mati, pokoknya saya minta ac dan plafon segera diperbaiki, karena sangat membahayakan ” harap Wahid.

” Yang Sholat jarang – jarang ada, banyak yang kecewa, karena takut keruntuhan, kalau ada yang Sholat itupun karena terpaksa, karena plafon sudah rontok, kalau hujan bocor ” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Wahid, bahwa air juga tidak ada, tandon air pecah, saya dan teman – teman asongan urunan ( patungan ) 10 ribuan, karena kalau bukan kita pedagang asongan, siapa lagi yang peduli ” pungkasnya.

Sedangkan salah satu pengunjung mengungkapkan rasa kekecewaannya melalui sebuh video, yang saat itu hendak Sholat, ia menyampaikan, ” tempat wudhu Masjid Terminal Nganjuk tidak layak sama sekali, kotor dan bau, air juga tidak ada, dan minta perhatiannya Pemkab Nganjuk untuk pembenahan, eman – eman, bagus – bagus tapi tidak terpelihara ” ujarnya.

( gik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *