Laka yang Melibatkan Minibus Dengan Kereta Api Di Perlintasan Tak Berpalang Pintu

Berita1645 Dilihat

Nganjuk, JendelaDesa.com- Nasib naas yang menimpa rombongan keluarga tersebut. menurut keterangan salah satu warga masyarakat Desa Ngudikan, Desa kecamatan Wilangan yang enggan disebutkan namanya, minibus tersesebut bermula melaju dari arah Utara dengan tujuan menjeput calon pengantin laki laki di Desa mungkung kecamatan Rejoso.

 

Ada minibus dari arah utara Yang sedang melintas muncul kereta api dari arah timur, namun minibus tetap melaju. beberapa warga yang mengetahui ada kereta api, langsung sepontan berteriak memberi tahu namun karena mobil minibus sudah berada di tengah tengah perlintasan dengan kondisi mesin mati, sehingga minibus tertabrak dan terseret sampai 30 meter “tuturnya”

Minibus yang dikemudikan oleh Fathoni warga masyarakat desa Manggarejo wilangan, usia 47 thn, Kendaraan Daihatzu Taruna dengan no Pol. AE 1833 CV. alamat Desun. Manggarejo, RT/RW 02/03, Desa Mancon kecamatan wilangan, pekerjaan Swasta dan empat orang penumpang.

 

Korban selamat sebagai berikut :

1. Pengemudi

2. Naila Anindya Putri perempuan balita usia 5 thn, alamat dusun Dawuhan RT/RW 03/02, Desa Mancon, kecamatan Wilangan, mengalami luka luka memar di bagian kepala tangan dan kaki .

3. Sutrisno laki laki Perangkat Desa usia 40 thn, alamat Dusun Manggarejo RT/RW 04/ 02, Desa Mancon, mengalami luka luka memar di bagian kepala tangan dan kaki.

 

Korban meninggal dunia ditempat kejadian sebagai berikut :

1. Daminem perempuan usia 63 thn, alamat dusun Manggarejo, RT/RW 03/02 Desa Mancon, kecamatan Wilangan.

2. Samiran laki laki usia 56 thn, alamat dusun Manggarejo RT/RW 03/02 Desa Mancon, kecamatan Wilangan.

 

Tidak lama kemudia petugas Laka Polres Nganjuk tiba di lokasi yaitu Bripka Ovian dan Bripka Arif dibantu oleh petugas KAI untuk mengevaluasi korban.

 

Dalam kejadian kecelakaan di perlintasan kereta Api yang tak Berpalang pintu tersebut, khususnya di desa Ngudikan sudah sering terjadi dan banyak memakan korban jiwa.

 

Yang disebabkan karena kurang hati hati saat hendak melintasi perlintasan rel Kereta Api yang tidak Berpalang Pintu.

 

 

Reporter: Rudy

Editor: Ratna Khusuma Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *