
Blitar, JendelaDesa.com – Dengan dilakukannya renovasi Istana Gebang nantinya bisa menjadi magnet yang lebih kuat, menarik pengunjung bahwasanya Istana Gebang merupakan destinasi sejarah, untuk mengetahui jejak perjalanan Ir Soekarno atau Bung Karno selama di Blitar.
Disampaikan Budi Sulistyono, wakil ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur saat di Istana Gebang pada Sabtu (9/5), dengan mengunjungi tempat bersejarah yang dahulunya merupakan tempat tinggal presiden pertama Republik Indonesia, akan mengetahui masa – masa remajanya, semua aktivitas perjuangannya untuk kemerdekaan, hingga memperoleh petunjuk batin atau spiritual.
Akrab dengan sapaan Kanang, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur menambahkan penyampaiannya, kunjungannya di Istana Gebang yang berada di Kota Blitar, untuk melihat progres hasil pelaksanaan renovasi.
“Hari ini saya ingin melihat secara konkrit bagaimana kelanjutan renovasi Istana Gebang Bung Karno, dan Alhamdulillah progresnya menurut saya sudah sesuai.Tempat ini nantinya menjadi destinasi baru, meskipun kemarin juga menjadi destinasi, tapi kalau direnovasi, diperbaiki, dipercantik saya kira magnetnya akan lahir.Kita tahu bersama, negeri ini tidak lepas dari Bung Karno, dan negeri ini tidak lepas dari Blitar, sedangkan Blitar magnetnya Bung Karno. Maka kita percantik, nantinya tidak hanya hadir di makam Bung Karno saja, tetapi juga disini bisa mengetahui Bung Karno pada masa – masa remajanya, saat dibesarkan juga saat memperoleh petunjuk spiritual,” tutur politisi senior PDI Perjuangan.
Istana Gebang, berada di Jalan Sultan Agung Kota Blitar, dulunya merupakan tempat tinggal Bung Karno saat masih remaja bersama kedua orang tuanya dan kakak kandungnya Raden Soekarmini, dimana orang mengenal dengan Bu Wardoyo. Istana Gebang saat ini dikelola pemerintah kota Blitar, masih menyimpan meja kerja, tempat tidur, perabot ruang tamu serta barang pribadi Bung Karno.Begitu juga keaslian bangunan kurang lebih 80 persen masih bisa dilihat.
Di Istana Gebang, Kanang yang pernah menjabat bupati Ngawi dua periode, mengawali kunjungannya dengan melihat pengerjaan relief naratif yang berada di halaman. Dilanjutkan masuk ke dalam tidak hanya melihat satu persatu benda – benda bersejarah, namun hasil pekerjaan di setiap sudut bangunan juga ditelitinya.
Dengan menggunakan anggaran sepenuhnya dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, wajah baru Istana Gebang saat ini lebih tampak mempesona.Ditanyakan kemungkinan putri Bung Karno Hj.Megawati Soekarno Putri bakal meresmikan, Kanang menyampaikan dengan memberi penjelasan, bersamaan hari lahir Bung Karno, Ketua Umum PDI Perjuangan diharapkan berkenan meresmikan Istana Gebang Bung Karno setelah dilakukannya renovasi.
“Rencana tanggal 6 Juni bersama hari lahir Bung Karno, ibu akan nyekar, melakukan dialog spiritual dengan beliau. Tentu saja bersamaan moment yang bagus kita ajak meresmikan Istana Gebang yang telah direnovasi.Dan renovasi ini berbeda, yang mana perbedaannya di dalam sudah dipercantik disesuaikan dengan aslinya, semua atap kita ganti, begitu juga lantai halamannya sama dengan yang ada di makam. Dan ada relief yang menceritakan dari lahirnya Bung Karno sampai keluarnya Super Semar dan seterusnya,” jelas Kanang.
“Untuk renovasi di Istana Gebang ini, untuk anggaran kita murni dari DPD.Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pak Said Abdullah menerima permintaan ibu yang mempersilahkan dilakukan renovasi, tetapi tidak boleh menggunakan uang negara, uang orang lain, uangnya perusahaan, itu tidak boleh, tetapi murni uang partai. Maka inisiatifnya pak Said, anggaran renovasi murni diperoleh dari DPD PDI Perjuangan. Apa yang kita kerjakan ini tentu saja kita hibahkan ke pemerintah daerah sebagai pemilik destinasi sejarah,” tambah Budi Sulistyono, mengakhiri wawancara.(Ans).
