Ini Jawaban Ulum Bastomi, Ditanya Soal Partisipasi PKB Pada Pemilukada Bupati 2024

Berita, Politik630 Dilihat

Nganjuk, JendelaDesa.Com – Partai Kebangkitan Bangsa mendatangi kantor KPU kabupaten Nganjuk untuk melakukan pengajuan bakal calon legislatif 2024. Dalam rangkaian pendaftaran bacaleg tersebut tampak partai PKB diiringi hadrah sholawat dan parade budaya pecut serta samandiman di sepanjang jalan depan kantor KPU yang menambah kemeriahan. Sabtu 13 Mei 2023.

Meski datang terlambat, partai PKB memohon maaf atas keterlambatannya kepada pihak KPU dan berterima kasih telah bersedia menunggu.

Seperti halnya yang disampaikan ketua KPU Pujiono ke setiap partai, pihaknya menjelaskan bahwa setiap menerima pengajuan bacaleg dari setiap partai termasuk PKB. Ini nantinya berkas akan dilakukan pengecekan bersama baik dari pihak partai maupun verifikator KPU kabupaten Nganjuk. Jika memenuhi ketiga persyaratan baik daftar bacaleg sesuai dengan dapil masing-masing, 30% keterwakilan perempuan, serta persetujuan dari dewan pimpinan pusat partai politik. Jika lengkap maka KPU akan memberikan berita acara tanda terima, dan jika tidak maka nanti akan ada perbaikan maksimal besok tanggal 14 Mei 2023 pukul 23.59.

Saat konferensi pers, Ulum Bastomi selaku ketua DPC kabupaten Nganjuk mengatakan, hari ini DPC kabupaten Nganjuk mendaftarkan 50 bacaleg di 5 dapil, kuota untuk perempuan 30% sudah terpenuhi. Dari dapil 5, perdapilnya terisi kuota perempuan minimal 3.

“Pihak PKB menargetkan kursi minimal 13 mengulangi sukses pemilu di tahun 2014. Yang Insya Allah di 2024 ini juga akan menargetkan minimal 13 kursi. Maka kami yakin optimis pendaftaran kami akan diterima karena sudah memenuhi syarat.” Terang Ulum Bastomi.

Untuk proses penyaringan bacaleg sendiri pihaknya menjelaskan PKB melakukan uji kompetensi serta kelayakan, sehingga hal ini akan memberikan jaminan baik dari bacaleg maupun pendukungnya agar tidak merasa dirugikan. Yang paling penting nantinya yang  berhasil maka harus memegang kaidah tentang kebijakan supaya nanti ketika sudah jadi harus mementingkan kemaslahatan umat. Untuk bacaleg eksternal atau yang bukan dari kader memang banyak, termasuk mantan kepala desa juga ada.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Terkait parade budaya pecut dan samadiman kita sama-sama tahu bahwa ketika Gus Dur mendirikan PKB dengan catatan bahwa PKB adalah partai yang terbuka yang dalam arti tidak hanya partai religius maka budaya nasional ini harus kita jaga, dan rawat sekaligus kita lestarikan.
Kita suguhkan Hadroh sebagai ciri khas kita sebagai basic religius dan dari sisi nasionalis partai terbuka kita mengangkat budaya pecut di kabupaten Nganjuk.”

Disinggung terkait bakal calon bupati Ulum Bastomi menyampaikan bahwa, target PKB adalah minimal memberangkatkan sendiri.

“Urusan kepala daerah kita anak nahdlatul ulama, maka nanti akan kita sowankan dulu hasilnya kepada PCNU dan menunggu hasil Istiqoroh beliau para kiai. Untuk kader internal ada beberapa kader dari sisi kompetensinya mampu. Insyaallah nanti akan kita branding dari kader internal itu.” Tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *