Pekerjaan Saluran Air Di Kertosono Banyak Dikeluhkan Warga, Aktivis LSM Angkat Bicara

Berita165 Dilihat

Kertosono, JendelaDesa.com- Pengerjaan saluran air yang berada di jantung kota Kertosono tepatnya di Jalan Gatot Subroto, banyak dikeluhkan warga dan khususnya para pedangan di Ruko (Toko) di sepanjang pekerjaan galian saluran air, menyikapi hal tersebut, salah satu aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kertosono pun angkat bicara ( 15/07/2023).

Saat dikonfirmasi di lokasi pekerjaan galian saluran air, Hartoyo yang mengaku sebagai penunggu pekerja (mandor) mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait pekerjaan ini, dari mana dananya, ” mungkin dari PU ya ” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Hartoyo Terkait papan nama pekerjaan, yang kata Hartoyo belum ada perintah untuk memasang, ” yang saya tahu, saya kerja ikut teman saya yaitu Kepala Desa Semare yang punya pekerjaan ini Kepala Desa Semare ” ujarnya.

Sedangkan Totok Suswanto selaku aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) yang ada di Kertosono menjelaskan bahwa dirinya sangat kecewa dengan adanya pekerjaan ini, yang dikarenakan menurut Totok, tidak adanya sosialisasi atau pemberitahuan tertulis terkait kegiatan apa, berapa hari dan anggaran dari mana, karena tidak ada papan bornya ” jelasnya.

” Dan kami sebagai LSM, menyoroti tentang hal ini, karena yang pasti ini sangat merugikan terutama yang miris lagi setiap toko atau ruko – ruko yang berjualan merasa dirugikan dan terlebih tidak adanya pemberitahuan terlebih dahulu, karena kami ingin kejelasan secara utuh harus menanggapi permasalahan ini, bila mana tidak ada kejelasan, saya pasti akan menghentikan kegiatan ini sampai ada penjelasan ” ujar Totok selaku aktifis LSM di Kertosono.

” Kami sebagai warga Kertosono, pada intinya ikut senang ada kegiatan atau perhatian dari Pemerintah dalam hal pembangunan, tetapi kalau sistemnya seperti ini, mohon maaf kami akan protes dan kecewa, karena ini pusat kota, banyak orang mencari nafkah ” pungkasnya.

” Pokoknya ini toko merasa dirugikan, biasanya rame ini jadi sepi karena yang beli tidak bisa parkir, dan biasanya bisa laku sampai 10, ini hanya laku 2, pokoknya pekerjaan ini ya harus segera diselesaikan, karena yang beli juga tidak nyaman ” ujar Arif salah satu karyawan toko.

Sedangkan Ibu Alek juga menempati di pertokoan ( ruko ) galian mengatakan, bahwa dengan adanya galian ini dirinya sangat merasa dirugikan, ” tetapi harus gimana lagi, saya bisa berharap secepatnya di selesaikan biar pembeli tidak susah, apalagi parkirannya ” kata Ibu Alek saat dikonfirmasi awak media.

Selanjutnya, tak berselang lama setelah kedatangan aktivis LSM di lokasi pengerjaan, papan proyek yang sebelumnya sempat ditanyakan pun datang. Para pekerja selanjutnya memasang papan proyek tersebut di lokasi pengerjaan.

Hanya saja, papan proyek tersebut diduga terjadi kesalahan. Jika mengacu pada laman LPSE Kabupaten Nganjuk dan pengakuan mandor, satuan kerja dari pekerjaan tersebut yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk.

Sementara pada papan informasi yang terpasang, kontraktor pelaksana menyebut Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanian dengan alamat Jalan Mastrip Nomor 7.

(gik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *